3 November 2020 7:14 am

Persiapan untuk Kebahagiaan Abadi

Persiapan untuk Kebahagiaan Abadi
Allah SWT berfirman :

اِقۡتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُہُمۡ وَ ہُمۡ فِیۡ غَفۡلَۃٍ مُّعۡرِضُوۡنَ ۚ
“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)”. (Qs. Al-Anbiyaa’ : 1).

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Pepatah tua itu, tampaknya cukup mampu menjawab pertanyaan untuk apa hidup ini. Tak ada yang mampu mengabadikan "hidup" manusia, selain peninggalannya. Maka tak heran jika Rasulullah jauh-jauh hari dulu pernah bersabda, "Manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk sesama." Dengan meninggalkan jejak kebaikan, nama kita dapat dikenang sepanjang zaman, minimal oleh anak cucu kita. Pahala juga dapat terus mengalir melampaui umur yang dianugerahkan pada kita.

🙏 Kematian adalah satu peristiwa dalam fase yang tak satupun makhluk dapat berpaling darinya, meski telah sembunyi dan melarikan diri.

قُلۡ اِنَّ الۡمَوۡتَ الَّذِیۡ تَفِرُّوۡنَ مِنۡہُ فَاِنَّہٗ مُلٰقِیۡکُمۡ ثُمَّ تُرَدُّوۡنَ اِلٰی عٰلِمِ الۡغَیۡبِ وَ الشَّہَادَۃِ فَیُنَبِّئُکُمۡ بِمَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ
"Katakanlah, sesungguhnya maut, yang kalian lari darinya, pasti akan mendapati kalian. Kemudian, kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata. Lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian, apa-apa yang telah kalian lakukan. (QS. Al Jumu'ah: 8).

Sesungguhnya, kematian itu sangat dekat dengan kehidupan. Setiap yang akan tiba adalah dekat, begitu kata pepatah Arab. Kematian dan kehidupan, seolah-olah hanya dibatasi garis tipis. Jika saat ini kita masih hidup, tak ada yang menjamin esok hari nyawa masih dikandung badan. Jangan kan sehari, sedetik ke depan pun tak ada yang mampu memberikan jaminan.

Akhirat dan kenikmatan Surga adalah tempat disiapkan untuk manusia, dan sepatutnya manusia menyiapkan Dunia untuk kehidupan Akhiratnya. Hidup di Dunia hanya hitungan tahun, namun hidup di Akhirat adalah abadi. Maka, jadikan Dunia sebagai ladang amal dengan mengoptimalkan amal terbaik untuk meraih kondisi dan nasib terbaik di AKhirat kelak. Karena masa beramal ini terbatas, sementara masa balasan tanpa batas. Dunia adalah kampung amal (daarul ‘amal), dan Akhirat kampung balasan (daarul jazaa’). Maka, memikirkan Akhirat kita juga adalah memikirkan Dunia kita. Tidak dipisahkan, karena keduanya satu-kesatuan, hanya dipisah dengan fase kematian.

📲 Siapa yang menginginkan balasan kemuliaan di Akhirat maka orientasikan amal-amal di Dunia untuk Akhirat, dengan amal terbaik. Pemisah antara dua kehidupan itu hanyalah garis kematian. Para Ulama pernah mengatakan tentang kondisi manusia terbaik dari kalangan Umat Islam, mereka adalah: sosok-sosok yang menjadi rahib (ahli ibadah) di malam hari, dan penunggang kuda di siang hari. Mereka mengatur aktivitasnya sedemikian rupa agar maksimal amal untuk kebaikan Akhirat yang kekal.

Allohumma a’innaa ‘alaa dzikrika wasyukrika wa husni ‘ibaadatik, Ya Allah, tolonglah kami untuk mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan menghamba dengan sebaik-baiknya kepadaMu. Aamiin. 🤲

Wallaahu a’lam


Penulis :
Ahmad Yani, Lc. MA
(Direktur Rumah Tahfizh Qur'an Khairukum)
Blog Post Lainnya
Kontak Kami
0813 1575 9908
info@zakatbaik.org
Perum Vila Rizki Ilhami 2 Jl. Raihan Boulevard Ruko RD 9 Sawangan, Depok, Jawa Barat
Ikuti kami
@2021 Zakat Baik Inc.