21 Oktober 2020 2:44 pm

Dzikir, Simpel Beribu Manfaat

Dzikir, Simpel Beribu Manfaat
Perbanyak Dzikrullah
Allah SWT memerintah Kaum Muslimin untuk banyak berdzikir: “Wahai orang-orang yang beriman banyak-banyaklah berdzikir kepada Allah". (Al-Ahzab: 41). Perintah untuk banyak berdzikir tanpa dibatasi jumlah ini masuk dalam kategori dzikir muthlak (bebas). Para Ulama membagi bentuk dzikir menjadi dzikir muthlak (bebas) dan dzikir muqayyad (terikat/tertentu).

Adapun dzikir muqayyad (terikat/tertentu) dilakukan dengan jumlah yang ditentukan berdasar nash hadits. Sebagaimana dzikir setelah shalat lima waktu dengan membaca subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, masing-masing tiga puluh tiga kali, dan ditutup dengan kalimat tahlil satu kali, maka seluruhnya berjumlah seratus, dan disebutkan dalam riwayat lain dengan jumlah yang berbeda.

Amalan yang Mudah dan Simpel
Ibadah dzikir cukup simpel dan mudah dilakukan. Tidak harus dengan persiapan khusus, tempat dan waktu khusus. Dalam kondisi apapun diperbolehkan, asal tidak pada tempat yang kotor dan tidak layak. Dzikir dapat dilakukan dalam kondisi berdiri, duduk dan berbaring. Seorang Muslim bisa mengisi waktu senggang dan sibuknya untuk berdzikir. Saat mengantri, rehat, dalam perjalanan dan lainnya. Memperbanyak dzikir tanpa mengganggu aktivitas lain sangat mungkin dilakukan.

”. Allah SWT berfirman: _“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal (cerdas). Yaitu orang-orang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kondisi berdiri, duduk dan berbaring”. (Ali Imran: 190-191).

Pembeda Hati yang Hidup dan Mati
Dzikrullah menjadi pembeda seorang yang ‘hidup’ dan ‘mati’. Diriwayatkan dari Abu Musa, Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Allah dan yang tidak pernah berdzikir kepadaNya bagai orang yang hidup dan mati”. (HR. Baihaqi). Tentu, maksud hidup dan mati di sini pada sisi hati dan batin. Dalam hadits lain disebutkan: “Sesungguhnya hati itu bisa berkarat sebagaimana besi bila dikenai air”. Rasul ditanya: “Apa penawarnya wahai Rasul?” Rasul bersabda: “Mengingat kematian dan membaca Al-Qur’an". (HR. Baihaqi). Dan membaca Al-Qur’an termasuk dzikrullah yang paling utama.

Beribu Manfaat
Di Era modern ini banyak penemuan yang menjelaskan manfaat-manfaat dzikir secara fisik (kesehatan badan). Berbagai penemuan dan penelitian di Negara Muslim atau bahkan di Negara minoritas Muslim seperti di Amerika dan Inggris menjelaskan fakta tersebut.
Dalam suatu konfrensi kedokteran di Kairo, Doktor Ahmad Al Qodli, ahli penyakit jantung dan direktur lembaga pendidikan dan penelitian kedokteran Islam di Amerika, menyatakan bahwa mendengarkan atau membaca Al-Quran sebagai bentuk dzikir yang paling utama (afdhal) mampu menimbulkan ketenangan jiwa yang menyebabkan peningkatan daya imunitas tubuh melawan serangan penyakit. (Buku Al-Qur’an dan Ilmu Kejiwaan).

Jauh sebelumnya, sejak abad 13 Masehi, seorang Ulama terkemuka pakar ilmu kejiwaan dan hati, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Al-Wabil Ash Shayyib menyebutkan sebanyak tujuhpuluh tiga manfaat dzikir, diantaranya adalah:
· Mengusir setan.
· Mendatangkan ridha Ar Rahman.
· Menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.
· Hati menjadi gembira dan lapang.
· Menguatkan hati dan badan.
· Menerangi hati dan wajah menjadi bersinar.
· Mendatangkan rizki.
· Orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.

Ciri Orang Cerdas
Jika dzikir adalah ibadah yang mudah dan simpel, namun beribu manfaat dapat diraih, maka muslim yang cerdas akan memaksimalkan ibadah ini dalam hidupnya. Seperti yang dapat dipahami dari bunyi ayat berikut:
_“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal (cerdas). Yaitu orang-orang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kondisi berdiri, duduk dan berbaring..”._ (Ali Imran: 190-191).

Siapa itu orang yang cerdas? Dijelaskan dalam Ali Imron ayat 191 di atas. _Wallahu a’lam_

Rabbij’alnaa minadzzaakiriin dzikron katsiiron, Ya Allah jadikan kami hamba-hamba yang banyak berdzikir kepadaMu. Aamiin.

Penulis :
Ahmad Yani, Lc. MA
Direktur Rumah Tahfizh Qur'an Khairukum

Blog Post Lainnya
Kontak Kami
0813 1575 9908
info@zakatbaik.org
Perum Vila Rizki Ilhami 2 Jl. Raihan Boulevard Ruko RD 9 Sawangan, Depok, Jawa Barat
Ikuti kami
@2021 Zakat Baik Inc.