-
7 September 2026 8:31 am

Lukman, Anak dari Keluarga Tunanetra yang Akhirnya Bisa Merasakan Khitan

Lukman, Anak dari Keluarga Tunanetra yang Akhirnya Bisa Merasakan Khitan
Liburan bagi sebagian anak mungkin menjadi waktu yang paling dinanti. Ada yang mengisinya dengan bermain, berlibur bersama keluarga, atau melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Namun bagi Lukman, seorang anak yang tinggal di kawasan Tapos, Depok, keinginannya jauh lebih sederhana. Di masa liburannya, ia hanya ingin dikhitan seperti anak-anak seusianya. Sebuah keinginan kecil yang mungkin terlihat sederhana, tetapi ternyata harus tertunda karena kondisi ekonomi keluarganya.

Lukman merupakan salah satu dari tiga anak yang dibesarkan oleh pasangan suami istri dengan keterbatasan penglihatan. Ayahnya, Pak Sugeng, dan sang ibu sama-sama merupakan penyandang tunanetra. Pak Sugeng berasal dari Purbalingga, sedangkan istrinya berasal dari Kebumen. Meski hidup dalam keterbatasan, keduanya tetap berusaha menjalankan peran sebagai orang tua dan memenuhi kebutuhan ketiga anak mereka dengan kemampuan yang dimiliki.

Selama ini, keluarga Pak Sugeng mengandalkan penghasilan dari jasa pijat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi pasangan ini, setiap panggilan pijat menjadi sumber penghasilan yang sangat berarti. Dari pekerjaan tersebut mereka berusaha memenuhi kebutuhan makan, pendidikan anak, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Namun belakangan, panggilan untuk menggunakan jasa pijat mereka terbilang sangat sepi. Penghasilan yang tidak menentu membuat keluarga ini harus semakin berhati-hati dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, keinginan Lukman untuk dikhitan pun akhirnya belum dapat diwujudkan. Bukan karena orang tuanya tidak ingin memberikan kebahagiaan untuk sang anak, melainkan karena ada kebutuhan lain yang harus lebih dahulu dipenuhi. Keinginan sederhana Lukman harus menunggu sampai keadaan memungkinkan. Meski demikian, harapan itu tetap tersimpan di hati Lukman. Ia hanya ingin merasakan pengalaman yang sama seperti anak-anak seusianya yang menjalani khitan di masa liburan.

Kisah keluarga ini kemudian diketahui oleh beberapa rekan Pak Sugeng. Mereka yang mengetahui kondisi keluarga tersebut kemudian menyampaikan informasi kepada tim Zakat Baik agar Lukman mendapatkan dukungan. Dari cerita sederhana itu, muncul ikhtiar untuk membantu mewujudkan keinginan Lukman yang sempat tertunda. Alhamdulillah, ikhtiar tersebut akhirnya menemukan jalan.
-
Pada Sabtu, 6 September 2026, menjadi hari yang membahagiakan bagi Lukman dan keluarganya. Keinginan yang selama ini ia simpan akhirnya terwujud. Lukman dikhitan dan mendapatkan hadiah dari Zakat Baik sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Kebahagiaan Lukman mungkin sederhana, tetapi bagi kedua orang tuanya, melihat sang anak tersenyum setelah mendapatkan apa yang diinginkannya menjadi kebahagiaan yang tidak ternilai.

Di balik senyum Lukman hari itu, tersimpan perjuangan panjang kedua orang tuanya. Sepasang penyandang tunanetra yang tetap berusaha bekerja, menghidupi tiga anak, dan menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Mereka mungkin tidak memiliki banyak pilihan pekerjaan, tetapi keterbatasan tersebut tidak membuat mereka menyerah. Dengan jasa pijat yang mereka jalankan, keduanya terus berusaha agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

Bantuan untuk Lukman juga menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Bagi keluarga yang sedang berada dalam keterbatasan, bantuan untuk mewujudkan satu keinginan sederhana seorang anak dapat menghadirkan kebahagiaan yang begitu berarti. Khitan yang bagi sebagian keluarga mungkin merupakan hal biasa, bagi Lukman menjadi sebuah pengalaman yang akan dikenangnya sebagai bagian dari masa kecilnya.

Meski keinginan Lukman telah terwujud, perjuangan keluarga Pak Sugeng masih terus berjalan. Kebutuhan keluarga tetap ada dan penghasilan dari jasa pijat masih menjadi salah satu tumpuan mereka. Karena itu, masyarakat yang membutuhkan jasa pijat dapat turut membantu keluarga ini dengan menggunakan jasa mereka. Dengan datang sebagai pelanggan, secara tidak langsung kita ikut membuka pintu rezeki bagi keluarga Pak Sugeng agar mereka dapat terus memenuhi kebutuhan ketiga anaknya secara mandiri.

Keluarga Pak Sugeng saat ini tinggal di Kampung Sindangkarsa, Jalan Bakti ABRI No. 44, RT 05/RW 07, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok. Bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah tersebut dan membutuhkan jasa pijat, dapat menghubungi atau mendatangi beliau melalui alamat tersebut.

Hari itu, Lukman mungkin hanya menerima sebuah hadiah kecil. Namun di balik hadiah tersebut ada pesan besar tentang kepedulian. Bahwa ketika sebuah keluarga sedang berada dalam kesulitan, perhatian sekecil apa pun dapat menjadi cahaya yang menghadirkan harapan. Semoga kebahagiaan Lukman menjadi keberkahan bagi semua pihak yang terlibat dan semoga Allah SWT senantiasa menguatkan Pak Sugeng dan keluarga dalam menjalani setiap perjuangan mereka.

Zakat Baik terus berikhtiar menghadirkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan, karena setiap kebaikan yang diberikan dengan tulus dapat menjadi alasan bagi seseorang untuk kembali tersenyum.
Blog Post Lainnya
-
Kontak Kami
0851-7447-3231
info@zakatbaik.org
Perumahan Arco, Jl. Rambutan No 16 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari Kota Depok, Jawa Barat 16518
Ikuti kami
Scan Untuk Berdonasi
-
@2026 Yayasan Zakat Baik Bersama Inc.