
Semangat belajar Al-Qur’an terus bergulir di sejumlah wilayah pedalaman Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dari ruang-ruang belajar TPA, PAUD, RA, hingga majelis taklim ibu-ibu dan bapak-bapak, masyarakat terus berusaha menyediakan sarana belajar yang memadai. Melihat kebutuhan tersebut, Zakat Baik kembali menyalurkan amanah donatur berupa lebih dari 600 buku Iqro serta Al-Qur’an kepada sejumlah titik penerima manfaat di wilayah Ciamis. Penyaluran ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan keterbatasan sarana tidak menjadi penghalang masyarakat dalam belajar dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Bantuan Iqro secara khusus diberikan untuk mendukung mereka yang sedang berada pada tahap awal belajar membaca Al-Qur’an. Anak-anak di TPA, PAUD, dan RA menjadi salah satu penerima utama karena pada usia tersebut mereka sedang mengenal huruf hijaiyah, belajar mengeja, hingga perlahan memahami cara membaca rangkaian huruf dalam Al-Qur’an. Dengan tersedianya Iqro, para guru memiliki sarana pembelajaran yang dapat digunakan secara rutin sehingga proses belajar anak-anak dapat berjalan lebih baik dan terarah.
Sementara itu, bantuan Al-Qur’an diberikan kepada para penerima manfaat yang telah memiliki kemampuan membaca dan membutuhkan mushaf untuk kegiatan mengaji, tilawah, maupun pembelajaran Al-Qur’an. Bantuan ini turut menjangkau majelis taklim yang diikuti masyarakat dewasa, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak. Dengan demikian, penyaluran Iqro dan Al-Qur’an memiliki sasaran dan manfaat yang berbeda, namun berada dalam satu tujuan yang sama, yaitu membantu masyarakat agar semakin dekat dengan Al-Qur’an sesuai dengan kebutuhan belajar masing-masing.
Salah satu yang mendapatkan perhatian adalah masyarakat di Desa Panumbangan, Ciamis, termasuk para lansia yang masih memiliki semangat besar untuk belajar membaca Al-Qur’an. Usia yang tidak lagi muda ternyata tidak menyurutkan keinginan mereka untuk mengenal kembali huruf-huruf hijaiyah dan memperbaiki bacaan. Bagi mereka yang masih berada pada tahap belajar dasar, Iqro menjadi sarana untuk kembali mengeja dan mengenali huruf demi huruf. Sementara bagi yang telah mampu membaca, mushaf Al-Qur’an menjadi teman untuk melanjutkan pembelajaran dan memperbanyak tilawah.
Bagi Zakat Baik, perjalanan penyaluran di Ciamis bukan sekadar tentang berapa banyak buku yang berhasil diberikan. Ada cerita tentang anak-anak yang belajar mengeja huruf hijaiyah untuk pertama kalinya, guru-guru ngaji yang membutuhkan sarana untuk mengajar, hingga para lansia yang tidak ingin menyerah untuk terus belajar meski usia telah senja. Lebih dari 600 Iqro dan Al-Qur’an yang disalurkan diharapkan dapat terus digunakan, dipelajari, dan memberikan manfaat bagi banyak orang, sehingga satu bantuan dapat melahirkan banyak kebaikan dari waktu ke waktu.
Zakat Baik menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan amanah melalui program Sedekah Iqro dan Gerakan Berbagi Al-Qur’an. Semoga setiap huruf yang dipelajari melalui Iqro, setiap ayat yang dibaca melalui mushaf Al-Qur’an, dan setiap ilmu yang diajarkan oleh para guru menjadi pahala yang terus mengalir bagi mereka yang mengambil bagian dalam kebaikan ini. Dari Ciamis, kebaikan kembali bergulir—menemani langkah anak-anak belajar membaca Al-Qur’an dan menguatkan semangat para orang tua untuk terus mendekat kepada Kalamullah.
Dokumentasi lainnya :









