
Boyolali, 21 Agustus 2025 - Zakat Baik kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi Al-Qur’an di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Ruang Baik, Zakat Baik mendistribusikan Mushaf Al-Qur’an sebagai bagian dari Event besar Sarasehan Nasional dan Berbagi 25.000 Mushaf Al-Qur’an.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Pada Rabu, 20 Agustus 2025, kegiatan diawali dengan Sarasehan Nasional yang digelar di Multazam Syari’ah Hotel, Solo. Acara ini menjadi momentum penting dalam menguatkan peran pondok pesantren sebagai pusat literasi Al-Qur’an, sekaligus wadah melahirkan generasi Qur’ani yang akan membawa misi peradaban Islam dan bangsa Indonesia ke masa depan.
Keesokan harinya, Kamis, 21 Agustus 2025, Zakat Baik melanjutkan rangkaian dengan Safari Dakwah di Pondok Pesantren Islam Darussyahadah, Boyolali, Jawa Tengah. Terletak di perbukitan Lembah Gunung Madu, Kehadiran zakat baik turut disambut oleh Pimpinan Pondok Pesantren serta Ketua BKSPPI Jawa Tengah, KH. Dr. Mustaqim Safar, M.Pd.
Safari dakwah tersebut diadakan di Masjid Pondok Pesantren Darusy Syahadah bersama sekitar 700 santri putra dan Para Asatidz. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum istimewa Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80. Semangat kemerdekaan dipadukan dengan semangat literasi Qur’ani, sejalan dengan filosofi bahwa pondok pesantren bukan hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan umat dan penguatan jati diri bangsa.
Di sela kegiatan, KH. Dr. Mustaqim Safar, M.Pd. menyampaikan pesan yang menyentuh tentang karakter santri:
“Santri itu mungkin tidak banyak tahu, tetapi banyak bisa. Sementara orang di luar sana banyak tahu, tetapi tidak banyak bisa. Dari pesantren inilah kita belajar bahwa kemampuan nyata dan pengabdian tulus lebih penting daripada sekadar pengetahuan.”
Melalui distribusi Mushaf ini, Zakat Baik berharap dapat terus menurunkan angka buta huruf Al-Qur’an di Indonesia. Dengan menjadikan pondok pesantren sebagai Pusat Literasi Al-Qur’an, diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berdaya untuk membangun peradaban Islam serta bangsa Indonesia.