
Bogor, 29 September 2026 — Tidak semua pelajaran tentang kehidupan dapat ditemukan di dalam ruang kelas. Sebagian justru hadir ketika kaki melangkah lebih jauh, ketika seorang santri harus menghadapi tantangan bersama teman-temannya, belajar mengambil keputusan, dan menemukan keberanian dalam dirinya. Pengalaman itulah yang sedang dijalani oleh 60 santri dan santriwati Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ) Khairukum dalam Leadership Camp yang diselenggarakan oleh Zakat Baik bersama BSI Maslahat di kawasan Gunung Pancar, Bogor, pada 29 September hingga 1 Oktober 2026.
Selama tiga hari, para santri diajak keluar sejenak dari rutinitas kehidupan di pondok untuk belajar melalui pengalaman. Beragam kegiatan seperti pelatihan leadership, outbound, permainan kelompok, hingga tadabur alam menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Materi juga disampaikan oleh para pemateri profesional serta tim BSI dan BSI Maslahat. Setiap aktivitas dirancang untuk menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, dan rasa tanggung jawab yang kelak dibutuhkan para santri dalam menjalani kehidupan.
Hari pertama tidak sepenuhnya berjalan dalam cuaca yang bersahabat. Hujan turun di tengah kegiatan, tetapi semangat para santri tidak ikut reda. Mereka tetap mengikuti rangkaian aktivitas dengan penuh antusias, saling menguatkan dan belajar menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai dengan harapan. Justru dari kondisi sederhana seperti inilah para santri belajar bahwa menjadi seorang pemimpin bukan hanya tentang berdiri di depan, tetapi juga tentang mampu bertahan, beradaptasi, dan tetap memberikan semangat ketika keadaan tidak mudah.
Bagi para santri RTQ Khairukum, kegiatan ini bukan sekadar perjalanan ke luar pondok. Ini adalah kesempatan untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Mereka belajar bahwa kepemimpinan dimulai dari hal-hal sederhana: berani mencoba, bertanggung jawab terhadap pilihan, membantu teman, mendengarkan orang lain, dan tidak mudah menyerah. Di tengah alam Gunung Pancar, setiap tantangan menjadi ruang belajar dan setiap kebersamaan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
Ustadzah Riris menyampaikan bahwa kegiatan di luar pondok seperti Leadership Camp menjadi salah satu agenda pembelajaran yang dilaksanakan secara berkala, yakni setiap tiga tahun sekali. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menempa jiwa leadership sekaligus kemandirian para santri. “Semoga ini menjadi salah satu cara belajar yang efektif. Anak-anak tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga pengalaman langsung yang bisa membentuk keberanian, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan mereka,” ungkapnya.
Dari Gunung Pancar, ada harapan yang lebih besar yang ingin dibawa pulang oleh 60 santri Khairukum. Bukan hanya kenangan tentang outbound, hujan, atau perjalanan bersama, tetapi juga keberanian untuk tumbuh dan menjadi pribadi yang lebih mandiri. Zakat Baik bersama BSI Maslahat meyakini bahwa investasi terbaik dalam pendidikan bukan hanya memberikan akses belajar, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang membantu anak-anak menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Sebab di balik setiap santri yang hari ini belajar memimpin, ada harapan agar kelak ia mampu menjadi pribadi yang membawa kebaikan, memberi manfaat, dan menguatkan orang-orang di sekitarnya.
Dokumentasi lainnya :

















